Sabtu, 02 Maret 2019

Pernah Jadi sasaran Kritik, Lindelof Tak Dendam Mourinho


.
BERITAKIUKIU - Lindelof Tak Dendam Mourinho - Bek Manchester United Victor Lindelof kerap mendapat kritik dari Jose Mourinho karena tampil inkonsisten. Meskipun begitu, ia tidak menaruh dendam kepada mantan manajernya itu.

Lindelof didatangkan ke Old Trafford oleh Mourinho dari Benfica pada tahun 2017. Namun, pemain Swedia itu kesulitan menembus skuat utama pada awal kariernya di Inggris.

Mourinho bahkan tidak segan mengkritik Lindelof secara terbuka. Manajer asal Portugal itu tidak puas dengan penampilan pemain berusia 24 tahun itu.

Akibatnya, Mourinho meminta manajer Setan Merah untuk membelikannya bek baru pada bursa transfer musim panas kemarin. Namun, tidak ada satu pun pemain belakang yang datang.

Tak Dendam


Akan tetapi, kritik Mourinho iu tidak lantas membuat Lindelof sakit hati. Lindelof bahkan berterima kasih kepada Mourinho yang telah membawanya ke United.

"Saya tidak bisa mengatakan hal buruk tentang Mourinho. Dia yang membeli saya. Ketika dia ingin membeli bek lain, saya tidak masalah. Saya menyukai persaingan. Anda tidak akan berkembang tanpa adanya persaingan," ujar Lindelof kepada Daily Mail.

"Saya beruntung memiliki mental yang kuat dan bisa membungkam semuanya. Anda ingin segalanya berjalan baik di klub baru, namun hidup itu tidak mudah. Jika bermain buruk, Anda harus bekerja lebih keras lagi," lanjut Lindelof.

Bisa Buktikan Diri


Penampilan Lindelof sudah terlihat membaik pada musim keduanya bersama United. Bahkan, Lindelof kini menjadi pemain reguler di lini belakang Setan Merah.

"Ketika dia datang saya hanya ingin menunjukkan kemampuan saya kepadanya dan mungkin saya sudah melakukannya. Dia memilih saya dan sekarang saya menemukan ritme permainan. Saya sudah menunggu ini," lanjut Lindelof.

"Saat bermain buruk dan kebobolan, para bek menjadi sasaran kritik. Ada yang menyukai Anda, namun ada juga yang tidak. Saya tidak terpengaruh saat ada orang yang membicarakan saya.

"Tidak ada yang bisa mengkritik saya lebih keras daripada saya sendiri. Orang lain bebas berbicara dan itu tidak masalah. Namun, saya senang pada akhirnya bisa mengubah persepsi orang lain."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar