Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2019

Usai Amien Rais Bersaksi, Ratna Sarumpaet Minta Maaf Sudah Buat Susah



BERITAKIUKIU - Ratna Sarumpaet Minta Maaf - Sidang kasus kebohongan dengan terdakwa Ratna Sarumpaet kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saksi yang dihadirkan adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Dalam kesaksiannya, Amien menceritakan awal mula mendapatkan kabar Ratna telah dianiaya, kemudian bertemu Prabowo, dan menyadari aktivis perempuan itu telah membuat kebohongan.

Sebelum hakim menutup sidang, Ratna yang diberikan kesempatan berbicara mengucapkan permohonan maaf pada mantan Ketua MPR itu.

"Saya minta maaf Pak Amien. Saya benar-benar minta maaf," kata Ratna, Kamis (4/4).

Setibanya di Mapolda Metro Jaya, sebelum kembali ke ruang tahanan Ratna kembali memohon maaf atas tindakannya berbuat kebohongan.

"Minta maaf lah bikin susah orang. Minta maaf karena dia termasuk orang yang ikut saya susahin," kata Ratna.

Dia memastikan apa yang disampaikan Amien Rais adalah fakta kejadian yang sebenarnya.

Selain Amien Rais seorang polisi juga bersaksi di persidangan. Namun kesaksian polisi tersebut ogah dia komentari.

Pada persidangan berikutnya, masih dihadirkan saksi-saksi. Ratna menyebut anaknya juga masuk daftar saksi namun waktunya belum diketahui.

"Karena dia punya plain untuk jadi saksi jadi mereka nggak hadir. (Kapan?) Nggak tahu," tegas Ratna.

Vanessa Angel Pernah Tolak Ajakan Makan Seorang Menteri, Minta Langsung Ngamar



BERITAKIUKIU - Vanessa Angel Pernah Tolak - Artis Vanessa Angel, ternyata pernah menolak tawaran untuk menemani seorang menteri. Meski, tawaran tersebut, hanya sebatas mimican alias mimik-mimik cantik.

Penolakan Vanessa ini terkuak dalam surat dakwaan muncikari Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy, yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Winarko. Surat dakwaan dibacakan dalam sidang lanjutan kasus prostitusi online dengan terdakwa Nindy di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/4).

Dalam dakwaan jaksa diceritakan perkara ini berawal dari pertemuan Rian Subroto dengan Dhani (DPO) di Cafe Delight Lumajang pada awal Desember 2018 lalu.

Kepada Rian, Dhani menawarkan bisa mencarikan artis wanita atau selebgram untuk diajak kencan dalam artian berhubungan badan atau seks.

Rian pun tertarik tawaran tersebut. Selanjutnya pada 23 Desember 2018 terdakwa dihubungi oleh saksi Tentri Novanta melalui telepon yang menanyakan apakah artis yang bernama Vanessa Angel bisa diajak untuk menemani kliennya yang katanya seorang menteri untuk diajak dinner atau mimican (mimik mimik cantik).

"Tentri Novanta melalui telepon yang menanyakan apakah artis yang bernama Vanessa Angel bisa diajak untuk menemani kliennya yang katanya seorang menteri untuk diajak dinner atau mimican," tambahnya.

Kemudian terdakwa menghubungi temannya yang bernama Fitriandri pemilik Vitly Management. Kepada terdakwa, Fitriandri mengatakan bahwa Vanessa Angel maunya langsung ngamar atau menemani di dalam kamar atau booking out (BO).

"Disebut pula harga yang dipatok apabila ingin memboking Vanessa, yaitu Rp 60 juta untuk short time ditambah tiket pesawat pulang pergi kelas bisnis dengan membawa asisten, DP setengah harga dan dilunasi saat pesawat landing," ujar jaksa Winarko saat membacakan surat dakwaan.

Hal itu oleh terdakwa disampaikan ke Tentri dan langsung disetujui. Selanjutnya pada 3 Januari, Tentri mengirim uang senilai Rp 20 juta ke rekening terdakwa dan oleh terdakwa langsung diteruskan ke rekening Fitriandri bersamaan bukti booking tiket pesawat pulang pergi Surabaya- Jakarta.

Pada tanggal 5 Januari 2019, Tentri mentransfer lagi uang senilai Rp 42,5 juta ke rekening terdakwa untuk pelunasan booking Vanessa. Bahwa selanjutnya pada tanggal 5 Januari 2019, Vanessa dan Rian ditangkap oleh petugas Polda Jatim yang saat itu berada di dalam kamar hotel Vasa, Jalan HR Muhammad 31 Surabaya.

Terdakwa mengetahui kabar penggerebekan kasus prostitusi itu pada sore harinya, melalui kabar dari Fitriandri. Terdakwa berhasil ditangkap pada 16 Januari 2019 saat sedang berada di rumah kontrakan di Cluster Serua Mansion Nomor 14 Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," ujar jaksa membacakan dakwaan.

Usai dakwaan dibacakan, majelis hakim yang diketuai Dwi Purwadi akhirnya menutup sidang dan melanjutkan kembali pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Sayangnya, Nindy melalui kuasa hukumnya Gaus Hadiman enggan berkomentar terkait dengan dakwaan yang dibacakan.

"Nanti saja," ujarnya menolak berkomentar .

Australia Pangkas Dana Bantuan Pembangunan ke Indonesia



BERITAKIUKIU - Australia Pangkas Dana Bantuan - Pemerintah Australia kembali memangkas dana bantuan untuk pembangunan Indonesia dalam RAPBN 2019/20. Total dana bantuan yang tahun lalu senilai USD 331,3 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun menjadi USD 298,5 juta.

Bantuan yang disebut Official Development Assistance atau ODA itu tercantum dalam RAPBN yang disampaikan Menteri Perbendaharaan Negara (Treasurer) Josh Frydenberg untuk dibahas di parlemen pekan ini.

Khusus untuk Indonesia, diproyeksikan total dana ODA tahun ini senilai kurang-lebih Rp 3 triliun atau terjadi penurunan sekitar 10 persen dibanding tahun anggaran sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, 255,7 juta dolar atau sekitar Rp 2,5 triliun lebih berupa bantuan bilateral yang akan dikelola Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).

Terkait RAPBN kali ini, DFAT menyatakan meski Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, namun pembangunan tidak berjalan merata di seluruh daerah.

"Lebih dari 72 juta rakyat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan menurut standar Bank Dunia 3,2 dolar perhari," tambahnya seperti dikutip dari ABC Indonesia, Kamis (4/4).

Namun demikian Australia, katanya, terus mendukung upaya Indonesia dalam mengatasi ketimpangan, menjaga stabilitas sosial, mempromosikan toleransi dan pluralisme serta mengatasi kekerasan esktremisme.

Dalam keterangan pers bersama, Menteri Luar Negeri Australia Senator Marise Payne dan Menteri Perdagangan Senator Simon Birmingham menyebutkan tetangga Australia di ASEAN telah mengalami transisi dari negara berkembang menuju negara maju.

"Kami menginvestasikan 121 juta dolar Australia untuk menyediakan bantuan teknis ke pemerintah negara-negara ASEAN dalam menangani pembangunan infrastruktur, termasuk menghindari jebakan utang dari negara lain," katanya.

Kedua menteri menambahkan hal itu pada gilirannya akan mendorong permintaan atas produk ekspor Australia serta memfasilitasi barang murah bagi konsumen Australia.

Secara keseluruhan, Australia memotong dana bantuan luar negerinya sebesar 117 juta dolar Australia. Tahun lalu, negara ini menyalurkan bantuan luar negeri sebesar 4,16 miliar dolar Australia ke berbagai negara, sementara tahun ini turun menjadi 4,04 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 40 triliun.

Disebutkan, Pemerintahan PM Scott Morrison kini semakin meningkatkan keterlibatan di kawasan Indo-Pasifik, termasuk melalui program Pacific Step-Up.

Dari total dana bantuan ODA tahun ini, Pemerintahan Morrison akan menyalurkan 1,4 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 14 triliun untuk negara-negara Pasifik.

Melalui skema fasilitas pembiayaan khusus, negara ini akan membantu pembangunan infrastruktur di negara-negara Pasifik senilai sekitar Rp 20 triliun. Proyek ini akan dimulai pada 1 Juli 2019. Tidak hanya itu, Australia juga berencana memberikan bantuan beasiswa baru bagi mahasiswa dari negara Pasifik.

5 Pemuda Digelandang Satpol PP Saat Asyik Mabuk di Makam Keramat



BERITAKIUKIU - Pemuda Digelandang Satpol PP  - Lima pemuda diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Jawa Barat. Mereka diamankan di sebuah rumah makan dekat keramat Makam Sumur 7 Beji, tepatnya di Pendopo Kuburan, Kecamatan Beji.

Mereka diduga sedang mabuk di lokasi tersebut. Dari lima orang itu terdapat pasangan suami-istri (pasturi) ikut serta pesta miras bersama temanya yang diciduk Satpol PP Depok.

"Tim Deteksi Dini Satpol PP menindaklanjuti laporan dari masyarakat adanya pemuda pemudi yang mabuk-mabukan mengganggu ketentraman masyarakat," kata Kasat Pol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny, Kamis (4/4).

Pihaknya menyita minuman beralkohol dengan kadar lebih dari 60 persen. "Kami amankan lima anak muda, tiga laki-laki dan dua perempuan. Mereka sedang mabuk di lokasi Makam Sumur 7 Beji," tukasnya.

Sebelumnya, patroli tim deteksi dini Satpol PP berhasil menggrebek warung kelontong pedagang di daerah Kecamatan Pancoran Mas menyimpan puluhan dus berisi miras berbagai merek. "Hasil penggeledahan anggota dipimpin Kasi Dalops Agus berhasil menyita sebanyak 69 dus miras atau setara 828 botol miras berbagai merek masih disegel," tukasnya.

Kemudian kelima pemuda dibawa ke kantor Satpol PP Kota Depok. Pihaknya juga membawa minol yang disita dari warung.

"Pemilik kita data dan ditindak tipiring di Pengadilan Negeri Depok," ungkapnya.

Saat Kecil Pernah Takut Enggak Bisa Kuliah, Alasan Jokowi Buat Kartu Kuliah



BERITAKIUKIU - Alasan Jokowi Buat Kartu - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa di masa kanaknya ia sempat takut tak bisa mengenyam pendidikan tinggi. Kenangan di masa kanaknya itu, jadi salah satu alasan Jokowi bakal mengeluarkan kartu kuliah.

Jokowi menyampaikan kenangannya itu saat kampanye di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (4/4). Ia menegaskan kartu kuliah untuk menjamin warga tak mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.

"Dulu saya takut enggak bisa kuliah. Setuju tidak dengan kartu kuliah," kata Jokowi di hadapan massa yang memadati GOR Satria Purwokerto.

Kartu kuliah merupakan perluasan Kartu Indonesia Pintar. Ia mengatakan penganggaran kartu kuliah akan dimulai pada tahun 2020 mendatang.

"Anak-anak dari keluarga pra sejahtera terbantu untuk meneruskan ke pendidikan tinggi," ujarnya.

Pada kunjungannya di sela-sela pemantauan PLTU unit III di Cilacap, 25 Februari kemarin, Kartu Kuliah sempat dikatakan Jokowi bisa digunakan untuk menempuh pendidikan di universitas juga politeknik. Selain itu juga bisa di universitas baik di dalam maupun luar negeri.

Dalam orasi politiknya saat kampanye terbuka, Jokowi juga menyinggung soal kartu sembako murah. Kartu tersebut agar masyarakat gampang mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga murah.