Tampilkan postingan dengan label Berita Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Sport. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2019

Real Madrid Pastikan Raphael Varane Tidak DijualReal Madrid Pastikan Raphael Varane Tidak Dijual



BERITAKIUKIU - Raphael Varane Tidak Dijual - Direktur Real Madrid, Emiliano Butragueno turut memberikan tanggapan terkait masa depan Raphael Varane. Butragueno menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak berminat untuk menjual sang bek di musim panas nanti.

Bek 25 tahun itu belakangan ini ramai diberitakan akan meninggalkan Real Madrid. Ia dikabarkan ingin mencari tantangan baru dalam karirnya setelah memenangkan hampir seluruh trofi mayor bersama Los Blancos.

Varane dikabarkan tengah menjalin kontak dengan beberapa tim papan atas Eropa. Salah satu tim yang dirumorkan menjadi tujuan berikutnya adalah Manchester United.

Namun Butragueno menegaskan bahwa timnya tidak akan menjual sang bek dalam waktu dekat. "Varane adalah pemain yang sangat sangat penting bagi kami," ujar Butragueno kepada Goal International.

Sosok Krusial


Butragueno menilai bahwa Varane merupakan fondasi tim Real Madrid untuk beberapa tahun ke depan. Untuk itu ia dan pihak Madrid sama sekali tidak berencana untuk menjual sang bek.

"Dia sudah berada di klub ini untuk waktu yang cukup lama. Dia juga sudah memberikan banyak hal bagi kami dan ia masih akan berkontribusi besar bagi tim kami."

"Kita akan lihat bagaimana masa depannya nanti. Namun dia adalah pemain Real Madrid dan dia ingin tetap menjadi pemain kami."

Tidak Dapat Restu


Senada dengan Butragueno, pelatih El Real, Zinedine Zidane juga tidak merestui kepergian Varane. Ia menilai bek Timnas Prancis itu masih dibutuhkan oleh skuat Los Blancos saat ini.

"Saya tidak ingin dia pergi dan tidak ada satupun dari tim ini yang ingin dia pergi. Dia masih muda dan disa sudah berada di sini selama delapan tahun dan ia bermain dengan sangat baik untuk kami."

"Dia sama sekali tidak mengatakan apapun terkait keinginannya untuk pergi. Namun saya tidak tahu lagi jika kalian [Media] mengetahui sesuatu yang tidak saya ketahui." tandasnya.

Tidak Seperti Bonucci, Kapten Juventus Bela Moise Kean



BERITAKIUKIU - Kapten Juventus Bela Moise - Jika Leonardo Bonucci sempat melayangkan kritikan terhadap rekan setimnya sendiri, Moise Kean, tidak demikian dengan Giorgio Chiellini. Kapten Juventus tersebut malah terus menegaskan dukungannya kepada pemain berumur 19 tahun tersebut.

Seperti yang diketahui, Moise Kean beserta Blaise Matuidi dan Alex Sandro sempat mendapatkan ejekan bernada rasis dari pendukung Cagliari. Sang wonderkid membalasnya dengan selebrasi provokatif usai mencetak gol kedua Juventus di menit ke-85.

Ejekan penggemar Cagliari lantas semakin menjadi-jadi setelah mendapatkan reaksi yang kurang menyenangkan dari Kean. Bahkan wasit sempat menghentikan pertandingan sementara karena tindakan fans tuan rumah telah melewati batas.

Chiellini Membela


Usai pertandingan, beragam dukungan menghampiri Kean yang berani pasang badan untuk menentang serbuan bernada rasis itu. Namun di tengah-tengahnya, suara sumbang justru datang dari Leonardo Bonucci yang notabene merupakan rekan setim Kean.

Kritikan Bonucci menyasar kepada selebrasi Kean yang dianggap tak perlu, dan menunjuk selebrasi tersebut sebagai penyebab mengapa ia mendapat perlakuan rasis. Tapi di mata Chiellini, sikap Kean tidak masalah sama sekali.

"Sekarang kekhawatiran saya adalah Moise diserang untuk hal yang tidak seharusnya. Dia bukan seorang provokator. Ia hanya melakukan satu hal: mencetak gol. Titik," tutur Chiellini kepada Tuttosport.

"Selebrasinya dalam diam, tanpa melakukan sesuatu secara khusus. Dia tidak salah dan bagi saya, dia adalah wajah yang bagus dari sepak bola Italia," lanjutnya.

Kean Tidak Salah


Chiellini pun sampai harus menyaksikan tayangan ulang untuk membuktikan apakah Kean memang melakukan kesalahan dalam selebrasinya atau tidak. Dan jawaban yang ditemukan oleh bek berumur 34 tahun tersebut tetap sama: Kean tidak salah.

"Saya harus jujur: kami tidak begitu paham apa yang terjadi. Saya harus meninjau ulang dari rekaman video untuk menyadari bahwa Kean tidak melakukan kesalahan apapun, melakukan selebrasi dalam diam," tambahnya.

"Satu-satunya kesalahan yang Kean perbuat adalah melakukan diving karena itu bukan sikap yang benar: Dia berhasil lolos dan melihat sentuhan yang tak pernah ada," sambungnya.

Saking parahnya kasus rasisme tersebut, Chiellini bahkan sampai terkejut melihat Blaise Matuidi marah. "Dia tak pernah kehilangan kesabaran dan melihatnya begitu marah membuat saya terkejut," tutupnya.

Perkara Kean, Mantan Juventus Semprot Bonucci



BERITAKIUKIU - Mantan Juventus Semprot Bonucci - Meski telah mengklarifikasi perkataannya, namun rundungan kritikan yang tertuju kepada Leonardo Bonucci tetap tak terbendung. Kali ini, ungkapan kemarahan dari mantan bek Juventus, Lilian Thuram, menyasar kepadanya.

Bonucci membuat komentar kontroversial dengan mengatakan bahwa Moise Kean mengundang ejekan rasis dalam laga melawan Cagliari di pekan ke-30 Serie A, Rabu (3/4) dini hari kemarin. Salah satu yang dianggap sebagai biang masalah adalah selebrasinya.

Setelahnya, pemain berumur 31 tahun itu mengklarifikasi pernyataan yang terlanjur terlontar itu. Dengan mengkritik Kean, bukan berarti dirinya sepakat dengan sikap rasis yang ditunjukkan oleh penggemar Cagliari di sepanjang pertandingan.

Semprot Bonucci


Namun tak ada kata maaf dari Lilian Thuram. Sosok yang pernah jadi palang pintu Juventus selama lima musim itu tak bisa membendung amarahnya saat ditanya tanggapan mengenai komentar kontroversi mantan pemain AC Miln tersebut.

"Pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan kepada Bonucci adalah: Apa yang Kean lakukan hingga ia pantas mendapatkan perlakuan seperti itu?" tutur Thuram kepada Le Parisien.

"Bonucci tak pernah mengatakan bahwa mereka [fans Cagliari] salah tapi lebih kepada Kean, yang dianggap mencari-carinya. Itu seperti saat seorang perempuan diperkosa lalu seseorang membicarakan soal cara ia berpakaian," lanjutnya.

"Bonucci tidak bodoh, tapi dia memilki gagasan soal sosialitas tertentu dan niatnya sangatlah memalukan," sambungnya.

Pihak Berwenang Tak Peduli


Thuram beranggapan bahwa kasus rasisme yang marak terjadi di Italia sudah harus segera dihentikan. Yang ia sayangkan adalah pihak berwenang tak pernah menunjukkan keseriusan untuk menyudahi tindakan kurang menyenangkan tersebut.

"Setiap kali seseorang berkata bahwa pertandingan berikutnya akan dihentikan jika itu terjadi, nyatanya tak pernah terwujud," tambahnya.

"Saya melihat pihak berwenang dalam sepak bola tidak peduli. Bila itu telah menjadi sebuah masalah, rasisme seharusnya sudah terhenti. Tim seharusnya meninggalkan lapangan dan sebuah solusi akan ditemukan," tandasnya.

Khusus di Sardegna Arena sendiri, yang merupakan markas Cagliari, Miralem Pjanic berkata bahwa tindakan rasisme telah terjadi selama dua tahun berturut-turut. Kejadian pertama menyasar ke gelandang Juventus lainnya, Blaise Matuidi.

Panaskan Rumor ke Liverpool, Gotze Akui Jalani Komunikasi Intensif dengan Klopp



BERITAKIUKIU - Gotze Akui Jalani Komunikasi - Rumor mengenai kepindahan Mario Gotze ke Liverpool semakin membara dengan perkataan sang pemain sendiri baru-baru ini. Ia mengakui bahwa dirinya tengan menjalin komunikasi intensif dengan pelatih The Reds, Jurgen Klopp.

Klopp sendiri merupakan salah satu sosok yang menemukan talenta besar dalam diri Gotze saat masih menukangi Borussia Dortmund di tahun 2009 silam. Selama diasuh olehnya, Gotze mencatatkan total 116 penampilan dan mencetak 31 gol di semua kompetisi.

Kebersamaan Gotze dan Klopp tandas di tahun 2013, setelah sang pemain menambatkan hatinya pada klub rival Dortmund, Bayern Munchen. Pada tahun 2016 kemarin, ia angkat kaki dari Allianz Arena demi kembali memperkuat Dortmund.

Berkomunikasi dengan Klopp


Masa depan Gotze belakangan ini dipertanyakan seiring dengan berkembangnya rumor soal kedekatannyaa dengan Liverpool. Bahkan, pemain berumur 26 tahun tersebut tak menampik bahwa dirinya tengah menjalin hubungan dengan Klopp.

"Dia [Klopp] tahu bahwa saya ingin meninggalkan Bayern. Tentu saja, kami berbincang. Dia mengenal saya dengan sangat baik dan saya selalu mencari tantangan baru," tutur Gotze kepada Bild.

"Saya sering berbicara kepada Klopp. Dia yang memabwa saya ke tim utama saat masih berumur 17 tahun dan dia membuat semuanya jadi mungkin. Kami tak pernah berhenti berbicara," lanjutnya.

Soal Rivalitas Klopp-Guardiola


Sewaktu membela Bayern Munchen, Gotze sempat merasakan pengalaman dilatih oleh pelatih kawakan seperti Josep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu sendiri sedang menjadi rival terberat Klopp dalam perburuan gelar Premier League musim ini.

Sebagai sosok yang pernah merasakan pengalaman dilatih oleh kedua pelatih tersebut, Gotze pun ditanya soal siapa yang terbaik di antara keduanya. Ia mengaku kesulitan untuk menjawabnya, sebab kedua pria tersebut sulit untuk dibandingkan olehnya.

"Mereka sulit untuk dibandingkan karena mereka mengejar filosofi yang berbeda. Faktanya adalah keduanya sangatlah sukses," tambah Gotze.

"Saya bersyukur pernah bekerja dengan dua pelatih luar biasa itu. Saya ingin menyaksikan pertandingan antara kedua tim sesering mungkin, persaingan gelar Premier League sangatlah menarik," tandasnya.

Tak Kunjung Digaet MU, Harry Maguire Diminta Bersabar



BERITAKIUKIU - Harry Maguire Diminta Bersabar - Kedekatan antara Manchester United dengan bek Leicester City, Harry Maguire, hingga sekarang masih berupa rumor belaka. Sebelum itu terjadi, Robert Huth selaku mantan bek The Foxes memintanya untuk mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin.

Nama Maguire sudah disebut-sebut sejak bursa transfer musim panas kemarin, seiring dengan kebutuhan Jose Mourinho akan tambahan stok pemain bertahan. Namun hingga bursa transfer ditutup, Harry Maguire tetap berstatus sebagai pemain Leicester.

Rumor mengenai kedekatan Manchester United terhadap pemain reguler Timnas Inggris itu sempat meredup. Namun belakangan ini kembali mencuat lantaran masalah lini belakang MU diyakini belum tuntas sepenuhnya.

Mungkin Akan Tinggalkan Leicester


Beberapa waktu lalu, Maguire telah mengucapkan janji setianya kepada Leicester City. Namun perkataan tersebut, diyakini Huth, tidak memberikan efek apapun jika klubnya yang menghendaki sang pemain hengkang.

"Bila anda adalah Leicester dan anda mendapatkan uang yang ditawarkan, berat untuk berkata tidak," tutur Huth kepada Daily Star.

"Saya ingin melihatnya di Leicester, tapi Manchester United sulit untuk ditolak - baik dari segi finansial maupun potensi untuk meraih gelar," lanjutnya.

Cari Pengalaman


Huth percaya bahwa kepergian Maguire ke Manchester United, atau tim besar lainnya, sangat sulit untuk dihindari. Namun sebelum itu, ia berharap Maguire bisa mendulang pengalaman sebanyak-banyaknya bersama Leicester City sebelum kemudian angkat kaki.

"Bersama [Brendan Rodgers], untuk bertahun-tahun berikutnya, saya pikir klub hanya akan berjalan satu arah. Meraih gelar bukan tujuan mereka, tapi saya berkata kepadanya untuk bermain sebanyak 100 pertandingan lagi untuk Leicester," tambahnya.

"Jadi bek yang layak dengan torehan permainan dalam kantong anda, dan semua akan mengenal anda sebagai sosok besar di kota ini. Saat anda pindah ke klub besar, rasanya akan terasa lebih mudah," tandasnya.